Mungkin kita sering mendengar sebuah cerita tentang "ganjal kereta api" baik dari buku, seminar ataupun internet. Sebuah kereta api yang berhenti, tidak membutuhkan barang yang besar untuk mengganjalnya. Cukup dengan batu atau besi kecil, karena berat bobotnya sudah membuatnya tetap ditempat. Pada saat kereta api mau berjalan sementara ganjalnya masih belum diambil, kira-kira apakah kereta api itu bisa bisa berjalan lancar? Jawabannya adalah tidak. Kalaupun kereta itu bisa bergeming, tentu akan membutuhkan power yang sangat besar untuk bisa menerobos ganjalnya.

Namun jika ganjal itu diambil, maka kereta api akan dapat berjalan perlahan, semakin cepat dan akhirnya bisa berjalan dengan sangat cepat. Ketika kereta api berhenti kemudian diganjal dengan besi kecil saja, ia sudah kesulitan melewatinya. Namun pada saat kereta sudah berjalan cepat, meskipun tembok setebal 2 meter akan hancur jika ditabrak.

Lalu apa hubungannya judul pembahasan dengan kereta api?
Cerita diatas adalah sebuah penggambaran saja. Ibarat kita ini adalah kereta api, saat akan melangkah untuk melakukan suatu tindakan namun ada ganjalan maka bisa jadi kita akan terhambat takkan bisa kemana-mana dan tetap ditempat. Namun jika sesuatu yang mengganjal itu kita buang, maka kitapun akan bisa melangkah perlahan pada awalnya dan kemudian berjalan semakin cepat kemudian pada akhirnya kita berlari dengan kencang. Ketika kita sudah berlari, sepertinya semua halangan dan rintangan apapun akan mampu kita lalui.

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa menghambat kita dalam melakukan tindakan:

1. Rasa takut.

Ketika psikis seseorang sudah dihinggapi perasaan takut, secara otomatis fisik akan mengikuti. Jika kita mau berbisnis namun takut gagal, maka besar kemungkinan kita tidak melanjutkan rencana berbisnis. Jika kita mau berjualan namun takut menghadapi orang, apalagi disuruh presentasi di depan, maka besar kemungkinan kita tidak jadi jualan. Jika kita disuruh mengerjakan soal didepan namun takut salah, maka besar kemungkinan kita tidak akan pernah mengerjakan soal di depan.

Perasaan takut akan mempengaruhi rasa percaya diri dan ketika seseorang kehilangan kepercayaan dirinya maka biasanya akan lebih banyak diam, menunggu dan memilih menyelamatkan diri untuk tidak melakukan apa-apa. Hal inilah yang membuat kita sulit untuk berkembang.


2. Banyak berpikir dan berencana tapi minim tindakan.

Segala sesuatu untuk bisa berhasil memang perlu untuk dipikirkan dan direncanakan dengan jelas. Namun jika hanya berpikir dan berencana saja, bahkan menyiapkan plan A sampai Z serta menghitung-hitung kemungkinan resiko apa yang akan terjadi, justru akan menghabiskan waktu dan energi kita. Sebuah tindakan takkan kita ketahui salah atau benarnya jika belum pernah dilakukan. Seorang Thomas Alfa Edison yang punya cita-cita membuat dunia terang benerang, takkan pernah bisa merealisasikan idenya jika hanya untuk dipikirkan dan direncanakan. Tapi dia segera melakukan tindakan, meskipun mengalami ribuan kali kegagalan namun justru dari situ dia menemukan cara yang benar untuk membuat sebuah bola lampu.

“Pilihlah sebuah metode lalu cobalah metode tersebut. Jika gagal, akuilah dan coba metode yang lain. Namun yang terpenting, lakukan sesuatu.” (Franklin D. Roosevelt)



3. Terlalu banyak alasan.

Disadari atau tidak, kita sering menggunakan jurus yang satu ini untuk mengelak. Memang alasan adalah tameng yang paling kuat untuk menghindarkan kita melakukan sesuatu, apalagi itu sesuatu yang tidak kita sukai. Disuruh belajar alasan mengantuk, disuruh membersihkan kamar alasan capek, disuruh ibadah alasan ada janjian penting dan lain sebagainya.

Orang yang banyak alasan itu biasanya juga suka menunda waktu. Misalnya sepulang kuliah sudah berencana akan mengerjakan skripsi, tapi karena alasan masih capek akhirnya nge-game dulu, hingga tak terasa sampai larut malam dan akhirnya ketiduran. Jika kita suka beralasan dan menunda waktu, maka tidak akan ada hal-hal postif yang bisa kita lakukan. Dan ini sama halnya kita telah mengganjal diri kita sendiri untuk bertindak. Ada banyak alasan untuk tidak melakukan apa-apa, namun hanya ada satu alasan untuk bertindak yaitu "lakukan".


4. Selalu menghakimi diri sendiri.

Perasaan ini biasanya sering terjadi pada orang yang pernah mengalami kegagalan, seperti saya sendiri ketika bisnis peternakan mengalami kebangkrutan dan mengalami kerugian puluhan juta. Saya selalu menyalahkan diri sendiri, merasa itu bukan bidang saya tapi tetap saya lakukan, mengapa dulu tidak mencoba bisnis yang sesuai background saya di permesinan.

Selalu menghakimi diri sendiri, manganggap itu bukan bidang kita dan berpendapat kalau orang lain bisa belum tentu kita juga bisa. Sikap seperti ini akan membuat kita ber-mental block, semangat kita jatuh dan susah sekali untuk bangkit dan memperbaiki kesalahan. Maka jika tidak ingin kita semakin terpuruk, cobalah untuk memaafkan diri sendiri, kemudian belajar dari pengalaman untuk melakukan hal-hal yang baru.


5. Sering mendengarkan input negatif dari orang lain.

Pada saat kita melakukan tindakan, belum tentu semua orang akan mendukung apa yang akan kita lakukan meskipun dia teman dekat atau bahkan keluarga kita sendiri. Mungkin yang orang lain lakukan itu karena merasa sayang dengan kita, takut kita gagal lalu bersedih, tidak mau kehilangan teman seperti kita atau apapun alasannya, namun yang perlu kita ingat adalah, "Ini hidup kita, maka kitalah yang harus merubahnya dengan sebuah tindakan".

Seseorang yang tidak memiliki ketegasan dalam dirinya, akan selalu mengikuti apa yang dikatakan orang lain meskipun itu justru mengorbankan masa depannya. Kita harus memiliki pilihan sendiri untuk hidup kita, karena suka dan duka atas hasil pilihan yang kita buat adalah kita sendiri yang merasakannya. Jika kita senantiasa mendengarkan inputan negatif dari orang lain, hal itu juga akan menghambat diri kita untuk melakukan sebuah tindakan. Jika kita mau belajar, belajarlah pada ahlinya bukan kepada sembarang orang.


Sebetulnya masih banyak hal yang bisa menghambat kita untuk melakukan tindakan, namun 5 hal diatas yang paling sering terjadi pada diri kita. Jika kita ingin berubah, maka lakukanlah selagi ada waktu. Lakukanlah yang terbaik untuk kehidupan kita...
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Mixx
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati

13 comments

22 November, 2011

artikel yang inspiratif dan penuh motivasi sebagai bahan intropeksi diri dalam mengejar impian kehidupan yang lebih baik di dunia dan di akhirat :) terimakasih kawan sudah berbagi

22 November, 2011

@Blogs of Hariyanto: terima kasih sob, blog anda tempat yg inspiratif untuk dikunjungi... salam kenal :)

03 Desember, 2011

Informasi bergyna nih sob, ijin bookmark sobat..

03 Desember, 2011

@AYRIY ZONE: silahkan sob, semoga berguna bagi kita semua :)

03 Desember, 2011

Wow bagus sekali artikelnya
Salam kenal protection

03 Desember, 2011

nice post.....:)

04 Desember, 2011

saya pikir cuaca juga bisa menghambat kita mas :D

05 Desember, 2011

@Koko Bota: thanks for your coming :D

@Blog Internet Tutorial: betul masbro, hanya saja misal begini... kita dapet kesempatan interview (ato janjian sama klien) jam 08.00, trus pas harinya hujan deras. pilian berangkat ato tidak, tergantung kita :)

05 Desember, 2011

@Pru Proteksi: trims dah mau berkunjung :)

15 Desember, 2011

Talk less, do more
nice share, emang bener banget. Jangan dengarkan suara2 orang, dunia ini butuh aksi nyata ketimbang omong doang.

16 Desember, 2011

@IK Blog: iya sob, segera bertindak :)

12 Juni, 2013

izin share,.

12 Juni, 2013

thank.gan..

Leave a comment

Silahkan tulis komentar, kritik dan saran yang membangun. Gunakanlah bahasa yang sopan dan tidak perlu menautkan link karena sudah tersedia login dengan Url.